Artikel
BUDAYA PENCAK SILAT YANG MASIH LESTARI DI UJUNG PANGKAH
PENCAK SILAT ASTOJIWO
Pencak Silat, sebagai warisan seni bela diri asli Indonesia, telah menjadi bagian integral dari kekayaan budaya tanah air sejak zaman dahulu. Kabupaten Gresik, sebagai salah satu wilayah yang turut menggenggam keberagaman seni bela diri ini, memiliki kontribusi berharga dari Padepokan Asto Jiwo yang masih lestari. Perguruan ini didirikan oleh Abah Qodim Sukran dan berdiri secara resmi pada tahun 1969, menjadi salah satu penjaga tradisi seni bela diri di Gresik.
Pada pertengahan tahun 2009, kota Gresik dengan bangga mewakili kebudayaan pencak silat dari Padepokan Asto Jiwo dalam sebuah perhelatan seni budaya di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Keikutsertaan ini memperkuat posisi Padepokan Asto Jiwo sebagai representasi penting seni bela diri dari Gresik.
Padepokan Asto Jiwo tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, melainkan juga mewariskan berbagai aliran pencak silat. Aliran Jawa Timuran yang dipelajari berasal dari Gresik, Tuban, dan Lamongan. Sementara itu, aliran Betawi diambil dari tradisi Jakarta, dan aliran Sunda bersumber dari Jawa Barat.
BUDAYA PENCAK SILAT ASTOJIWO
Keberhasilan Padepokan Asto Jiwo tidak hanya terukir dalam prestasi kompetitif, tetapi juga dalam melahirkan banyak pendekar berprestasi, seperti M. Alimuddin yang meraih juara umum pada Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Gresik tahun 2019. Prestasi ini mencerminkan kualitas dan dedikasi yang diajarkan di Padepokan Asto Jiwo. Selain aspek fisik, Padepokan Asto Jiwo mengajarkan nilai-nilai luhur, termasuk kejujuran, keberanian, dan cinta tanah air. Pendekatan ini bertujuan untuk membentuk karakter para murid agar tidak hanya menjadi atlet yang handal, tetapi juga pribadi yang berbakti kepada masyarakat.
Dalam upaya melestarikan budaya pencak silat, Padepokan Asto Jiwo aktif dalam berbagai kegiatan. Latihan pencak silat dilakukan secara rutin setiap hari untuk memastikan pengembangan keterampilan para pesilat. Selain itu, keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan dan penyelenggaraan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat menjadi upaya nyata dalam menyebarkan kecintaan terhadap seni bela diri ini. Padepokan Asto Jiwo berharap agar budaya pencak silat dapat terus berkembang dan lestari di Kabupaten Gresik dan di seluruh Indonesia. Sebagai penjaga tradisi, mereka memiliki tanggung jawab besar dalam merawat dan menyebarkan kekayaan seni bela diri ini untuk dinikmati oleh generasi mendatang.
Pemerintah Desa Pangkahwetan Kecamatan Ujungpangkah, Melakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa untuk Triwulan I Tahun 2025
Pelantikan Persatuan Tani Tambak Desa Pangkahwetan
BIMBINGAN TEKNIS KADER KSESEHATAN POSYANDU INTEGRITAS LAYANAN PRIMER DESA PANGKAHWETAN
PEMBAGIAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA ( BLT DD ) BULAN DESEMBER TAHUN 2024
TATA CARA PENDAFTARAN LAYANAN MANDIRI DESA PANGKAH WETAN
SUKSESNYA SOSIALISASI SISTEM INFORMASI DESA (SID) DESA PANGKAHWETAN
Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Desa Pangkah Wetan: Mensejahterakan 1535 Keluarga Penerima Manfaat
Kinerja Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan Tahun 2023
Desa Pangkahwetan Jadi Sentra Budidaya Perikanan Gresik
Menjelajahi Keindahan Pemancingan Muara Bengawan Solo
Persyaratan Layanan Penerbitan KTP
BUDAYA PENCAK SILAT YANG MASIH LESTARI DI UJUNG PANGKAH
MKBM Matching Fund, Program Kerjasama Pemerintah Desa Pangkahwetan dan Universitas Brawijaya
Erupsi Gunung Marapi 2023 yang menewaskan 24 Pendaki
Perekonomian Kepiting Di Dusun Tajung Desa Pangkah Wetan
KISAH BERDIRINYA MASJID AINUL YAQIN DI UJUNGPANGKAH
